Salah Satu Penyebab Lemahnya Sinyal Operator Seluler


Beberapa waktu yang lalu handphone disaku celana saya berbunyi, tanda masuknya sebuah SMS. Pesan singkat itu datangnya dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), SMS tersebut berisi larangan penggunaan penguat sinyal (repeater) ilegal. Lengkapnya SMS tersebut seperti ini :

“MASYARAKAT UMUM DILARANG MEMASANG PENGUAT SINYAL (REPEATER) KARENA DAPAT MENGGANGGU JARINGAN SELULER (BTS) DAN DIANCAM PIDANA 6 THN DAN ATAU DENDA RP 600 JUTA”

SMS tersebut saya acuhkan karena memang tidak mengerti maksudnya dan menganggap tidak penting. Sekitar 1 bulan yang lalu, saya mencari tahu maksud dan tujuan dari isi SMS Kemkominfo, ada sesuatu yang menyebabkan rasa ingin tahu itu.

Begini ceritanya, saat itu saya berada di satu kota di Jawa untuk urusan pekerjaan. Untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan penting dan sifatnya segera, dilapangan saya harus berkoordinasi dengan rekan kerja via handphone baik itu mengirim/menerima SMS dan melakukan panggilan telepon. Disaat genting dan harus mengambil keputusan, saya mengalami kesulitan menggunakan layanan SMS, data/internet dan panggilan telepon. Pada layar handphone saya melihat sinyal yang naik turun bahkan terkadang hilang untuk beberapa saat.

Saya menduga gangguan semacam ini karena lokasi dimana saya berada tidak terjangkau oleh sinyal operator seluler yang dipancarkan melalui menara atau tower Base Transceiver Station (BTS). Namun dugaan saya sepertinya salah, karena jarak 300 meter dari lokasi awal dimana saya berada, layanan SMS dan panggilan telepon bisa dilakukan dengan sangat baik. Hmmm.. Saya pun penasaran dan kembali mengingat dan membaca SMS dari Kemkominfo.

Browsing-lah saya terkait dengan isi SMS tersebut dan dari hasil pencarian informasi di dunia maya terjawab segala kemungkinan gangguan sinyal telepon yang saya alami. Dari beberapa informasi yang saya peroleh, besar kemungkinan lokasi dimana saya berada terpasang sebuah alat yang bernama repeater atau penguat sinyal (kemungkinan lho yaaa).

Untuk lebih jelasnya mengenai apa itu repeater dan mengapa benda atau alat tersebut dapat merugikan masyarakat?, berikut ini sari berita penting (ciyeeee kaya warta berita aja)..

Banyaknya gangguan layanan yang dialami oleh para pelanggan operator seluler dapat disebabkan oleh maraknya penguat sinyal yang terpasang secara ilegal dan tidak terkontrol. Penguat sinyal ilegal sangat mengganggu dan merugikan masyarakat untuk mendapatkan layanan operator telekomunikasi publik.

Menurut data Kemkominfo, repeater ilegal ini banyak terpasang di kota-kota besar. Tahun 2013 tercatat bahwa repeater ilegal telah mengganggu jaringan Telkomsel, XL Axiata, Indosat, Telkom, dan Smart Telecom di Jabodetabek, Surabaya, Surakarta, Medan, Makassar, Batam dan Denpasar.

Adanya repeater ilegal yang tidak tersertifikasi tentunya membawa efek pada kinerja jasa layanan telekomunikasi di beberapa provider seluler. Gangguan juga terdeteksi di Makassar, Surabaya,

Kemkominfo pun bertindak dengan melakukan penertiban dan melarang peredaran repeater yang tidak tersertifikasi dan tidak memenuhi persyaratan teknis. Untuk diketahui bahwa peredaran perangkat telekomunikasi tanpa sertifikat adalah tindakan melawan hukum.

Bagi masyarakat luas pun harus tahu bahwa penggunaan atau pemasangan repeater alias penguat sinyal oleh selain operator tidak diperbolehkan, karena termasuk menggunakan frekuensi tanpa izin dan menyebabkan gangguan terhadap jaringan publik yang dapat diancam dengan pidana.

Jika masyarakat ingin memasang alat repeater, sebaiknya melakukan koordinasi dengan operator telekomunikasi karena operator akan menangani masalah ini dan memasang alat repeater yang sesuai standar Kemenkominfo.

Mengapa repeater (ilegal) ini sangat mengganggu? Repeater atau penguat sinyal adalah alat yang memiliki fungsi untuk meningkatkan kekuatan penerimaan sinyal di area lokal dengan menggunakan antena penerimaan eksternal, amplifier sinyal, dan antena internal untuk transmisi ulang. Cara kerjanya mirip dengan menara BTS yang digunakan oleh operator telekomunikasi, namun dalam kemasan yang lebih kecil untuk penggunaan dalam ruangan.

Berikut ini beberapa contoh gangguan yang merupakan dampak penggunaan repeater ilegal : Beberapa repeater yang mendukung frekuensi 900 MHz, misalnya, kinerjanya bisa melebar hingga ke jaringan downlink CDMA (850 MHz). Karena sinyal downlink-nya sangat besar, ketika sinyal itu diteruskan ke BTS operator GSM, maka BTS GSM itu akan mengalami saturasi.

Contoh lain adalah, pelanggan Indosat memasang repeater ilegal karena merasa BTS Indosat berada jauh dari tempatnya. Sementara, repeater yang dipasang dekat dengan BTS XL Axiata. Dalam kasus ini, pelanggan Indosat mungkin tidak mengalami gangguan, namun besar kemungkinan pelanggan XL yang berada di sekitar repeater ilegal itu akan mengalami gangguan karena power yang diterima terlalu tinggi.

Nah, sesuatu yang ilegal memiliki konsekuensi hukum dan terdapat sanksi didalamnya. Bahwa penggunaan repeater secara ilegal melanggar ketentuan Pasal 32, Pasal 38, Pasal 52, dan Pasal 55 Undang-Undang (UU) Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi.

Pasal 38, menegaskan bahwa Setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang dapat menimbulkan gangguan fisik dan elektromagnetik terhadap penyelenggaraan telekomunikasi.”

Pasal 55, menyebutkan bahwa Barang siapa melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38 dipidana dengan pidana pejara paling lama 6 (enam) tahun dan atau denda paling banyak Rp 600.000.000.

Hmmm.. Dengan demikian, gangguan pada perangkat komunikasi ternyata belum tentu disebabkan oleh operator seluler.

Jika disekitar anda terpasang penguat sinyal atau repeater ilegal, berikanlah penjelasan kepada si pemasang. Namun jika pemasang tetap ngeyel, berarti ia ingin merasakan dinginnya kamar penjara.

 

Iklan
Pos ini dipublikasikan di IPTEK dan tag , , , , , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Salah Satu Penyebab Lemahnya Sinyal Operator Seluler

  1. Astri Widiastuti berkata:

    Terimakasih infonya, sanggat bermanfaat gan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s